Contoh Resensi Buku Non Fiksi

12 Likes Comment
contoh resensi buku non fiksi

Setelah membaca buku, mungkin Anda ingin mencoba untuk merangkumnya dalam bentuk resensi. Tidak hanya buku fiksi saja, buku non fiksi juga bisa kita buat resensi atau rangkumannya. Jika Anda masih bingung cara membuat resensi, ada contoh resensi buku non fiksi yang bisa kamu pakai untuk bahan belajar.

Merangkum atau membuat resensi buku baik fiksi maupun non fiksi adalah keahlian yang bisa kita pelajari. Dengan membuat resensi kamu bisa lebih mudah dalam mempelajari ilmu dari sebuah buku.

Berikut ini akan saya berikan sejumlah contoh resensi atau rangkuman untuk buku non fiksi yang lengkap dengan strukturnya, semoga memberikanmu inspirasi.

Artikel Menarik: Judul Buku Non Fiksi

Contoh Resensi Buku Non Fiksi Lengkap Beserta Strukturnya

contoh resensi buku non fiksi

Identitas Buku

  • Judul: Tips & Trik Jago Main Rubik
  • Penulis: Wicaksono Hadi
  • Penerbit: Gradien Mediatama
  • Tebal: 184 halaman
  • Sinopsis Tips & Trik Jago Main Rubik

Permainan rubik termasuk sebagai permainan puzzle mekanik dengan bentuk kubus yang memiliki enam sisi dengan warna yang berbeda. Rubik ditemukan oleh Profesor Erno Rubik pada tahun 1874. Profesor Erno Rubik merupakan arsitek sekaligus pemahat dari Hungaria. 

Tidak memerlukan waktu lama, rubik bisa menciptakan sensasi internasional. Banyak orang yang ingin memainkan dan memilikinya. Demam bermain rubik dirasakan oleh anak-anak sampai orang dewasa. 

Terdapat hal yang memikat pada rubik. Permainan ini terlihat elegan dengan konsep yang sederhana, namun siapa sangka bahwa permainan ini sulit untuk diselesaikan. Ada banyak kompetisi lokal yang diadakan untuk menyelesaikan rubik. 

Puncaknya adalah ketika Rubik’s Cube Championship yang diselenggarakan pada bulan Juni 1984 di Budapest. Kejuaraan tersebut berhasil dimenangkan oleh seorang pelajar asal Vietnam yang berusia 16 tahun dengan perolehan waktu 22,95 detik saja. 

Menjelang tahun 1990-an ketertarikan orang-orang terhadap rubik mulai menurun. Banyak orang yang merasa kesal karena tidak juga berhasil menyelesaikannya. Hingga saat ini, sudah lebih dari 30 juta buah rubik berhasil terjual membuat rubik menjadi permainan puzzle terlaris sepanjang masa. 

Kehadiran internet membuat rubik kembali bangit. Di tahun 2000an, mulai ada banyak petunjuk untuk bisa menyelesaikan rubik di internet. Akhirnya, demam rubik kembali datang. Puncaknya adalah ketika diselenggarakan World Championship kedua tahun 2003 di Kanada. 

Rubik dipandang sebagai suatu permainan yang dapat melatih motorik dan mendorong pemainnya untuk mengikuti komunitas secara sehat.

Kelebihan Buku

Buku Tips & Trik Jago Main rubik ini dilengkapi dengan gambar yang menarik, terdapat penjelasan yang jelas dan terperinci, dan kata-kata yang sulit diterangkan dalam indeks.

Kekurangan Buku

Ada beberapa kata yang cukup sulit dimengerti, namun tidak dijelaskan dalam indeks.

Pengertian Resensi Buku Nonfiksi

freepik

Resensi buku non fiksi menurut brainly merupakan resensi yang isinya membahas mengenai buku-buku yang bersifat nyata, ilmiah, faktual, serta benar-benar terjadi. 

Beberapa contoh dari buku yang diresensi yaitu buku jurnal, majalah, skripsi, buku tentang pendidikan, buku kuliah, buku pelajaran, biografi, motivasi dan jenis buku non fiksi lainnya. Resensi buku yang lengkap dan benar juga bisa menambah pengetahuan.

Pada buku non fiksi, resensi kita lakukan dengan lebih formal contohnya membahas teknis atau mengenai isi buku, kelebihan dan kekurangannya, kebermanfaatan, serta alasan mengapa perlu membaca buku tersebut. 

Supaya lebih mudah memahaminya, ada banyak contoh resensi buku non fiksi pdf yang bisa ditemukan di internet. Ada juga kumpulan resensi buku mengenai ilmu pengetahuan dan kesehatan yang terbaru dan terlengkap.

1. Judul Resensi

Judul resensi merupakan judul yang ditulis oleh orang yang meresensi. Sehingga, saat menulis resensi buku terdapat dua judul yang ditulis. Pertama, judul resensi yang ditulis serta judul buku yang diresensi. 

Untuk membuat judul resensi, Anda harus memastikan bahwa judul tersebut dibuat berbeda dari buku asli yang diresensi. Pada poin ini, biasanya pemula akan menuliskan judul resensi yang sama dengan judul buku asli buku.

2. Identitas Buku

Maksud dari identitas buku adalah identitas singkat dari buku yang diresensi. Tujuan penulisan identitas buku yaitu supaya pembaca bisa mengetahui informasi detail mengenai buku yang diresensi. 

Manfaat adanya identitas buku yaitu akan membantu pembaca dalam mengetahui penerbit yang mengeluarkan buku, mengetahui jumlah halaman buku, mengetahui berat buku, dan ISBN buku tersebut. Penulisan identitas buku juga menjadi cara untuk branding buku yang diresensi. 

Beberapa unsur yang perlu dimasukkan dalam identitas buku adalah judul buku, penulis, pengarang, penerbit, tahun terbit, ketebalan buku, berat buku, harga, dan ISBN.

3. Cover Buku yang Diresensi

Setelah menuliskan identitas buku, selanjutnya adalah mencantumkan cover buku. Sebaiknya dalam memasukkan cover buku yang akan diresensi yaitu dengan mengambil foto cover buku secara langsung. Hindari kegiatan menggunakan foto dari cover buku milik orang lain. 

Hal ini dikarenakan khawatir bahwa akan timbul masalah mengenai hak cipta. Foto cover yang diambil miliki orang lain, bisa menimbulkan masalah apabila sumber tersebut tidak muat. Mengapa wajib menyertakan foto? Karena, bisa saja ada buku dengan judul yang serupa. 

Foto menjadi cara untuk mempertegas jika resensi karya non fiksi yang Anda buat merupakan buku yang sesuai dengan foto. Tidak hanya itu saja, pencantuman cover juga bertujuan agar pembaca bisa mengenali sampul buku yang dimaksud.

4. Paragraf Pembuka

Pada resensi buku, paragraf pembuka bisa ditulis sesuai dengan gaya bahasa peresensi. Salah satu tips supaya hasil resensi karya non fiksi menjadi menarik yaitu Anda dapat mengawali dengan lead yang bisa menarik perhatian dari pembaca. 

Perlu kita ketahui bahwa tujuan dari resensi buku salah satunya adalah bagian dari kegiatan marketing sebuah buku. Sehingga, anda harus bisa membuat lead yang menyenangkan dan menarik untuk dibaca. 

Apabila Anda merasa kesulitan dalam membuat kalimat pembuka, Anda juga dapat mengambil permasalahan atau benang merah yang menarik. Kemudian dihubungkan, dijabarkan dan kita olah menggunakan bahasa yang umum dan mudah dipahami oleh banyak orang.

5. Inti Resensi

Setelah selesai menulis paragraf pembuka, bagian selanjutnya adalah inti resensi. Contoh resensi buku non fiksi yang baik dan benar adalah bisa merangkum isi dari buku. Secara umum, di dalam isi resensi buku terdapat pesan asli atau kutipan yang kita ambil dari buku. 

Tidak hanya itu saja, Anda juga harus bisa menuliskan kelebihan dan kelemahan dari buku yang di resensi. 

Karena buku non fiksi hadir dalam banyak genre dan masing-masing memiliki segmentasi pembaca sendiri, maka Anda bisa mencantumkan siapa saja yang cocok membaca buku tersebut? 

Contohnya, cocok dibaca oleh peneliti, mahasiswa, kawula muda, atau masyarakat umum. Jika Anda masih merasa kebingungan untuk mengetahui jenis buku tersebut fiksi atau non fiksi, Anda bisa melihat bagian belakang buku. 

Di bawah barcode dan nomor ISBN biasanya akan tertulis jenis buku tersebut.

Struktur Buku Non Fiksi

contoh resensi buku non fiksi

Untuk membuat resensi buku terbaik maka setiap isi dari struktur beserta unsur-unsurnya perlu kita masukkan dalam resensi. Struktur buku non fiksi tentu berbeda dengan buku fiksi. Struktur dari buku non fiksi, yaitu:

  • Orientasi: Pada bagian ini peresensi akan mengenalkan pembahasan yang akan dikaji dari suatu karya tulis non fiksi. Orientasi biasanya berisi mengenai pengenalan tokoh-tokoh yang terlibat dari awal sampai akhir karya.
  • Urutan peristiwa: Struktur urutan peristiwa menjelaskan mengenai urutan kejadian atau peristiwa yang terjadi dari awal sampai permasalahan tersebut berakhir.
  • Reorientasi: Bagian ini merupakan kesimpulan dari karya tulis dan penutup. Umumnya, penutup diisi dengan pesan moral yang bisa diambil dan bermanfaat untuk pembaca buku.

Resensi buku menjadi salah satu cara untuk mempromosikan buku agar pembaca lebih tertarik untuk membaca buku secara lengkap. Walaupun begitu, dalam menulis resensi Anda harus bisa membuatnya lebih menarik.

Suka dengan konten-konten seperti ini? Kunjungi terus edukasiana.net.

You might like

About the Author: Aldo Faisal Umam

I like a teacher who gives you something to take home to think about besides homework.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kirim WA
Konsultasi Publikasi
Hello Edukasiana, Saya mau publikasi jurnal