Cara Mengomentari Jurnal

5 Likes Comment
Cara Mengomentari Jurnal

Cara mengomentari jurnal atau melakukan review terhadap tulisan ilmiah harus dipahami oleh semua akademisi. Dengan memahami hal ini, mereka bisa dengan mudah melakukan ulasan sesuai dengan tuntunan keilmuan.

Untuk bisa mengomentari tulisan ilmiah atau jurnal, ada beberapa langkah yang harus dilakukan. Langkah tersebut harus dilakukan secara runtut dan berulang-ulang agar Anda bisa memahami. Setelah melakukannya, Anda akan terbiasa sehingga ulasan yang dibuat sesuai dengan tuntunan.

Cara Mengomentari Jurnal dengan Baik

Cara Mengomentari Jurnal
sumber : freepik

Memahami cara mengomentari jurnal dengan baik akan memudahkan Anda dalam membuat ulasan. Apapun jenis jurnal yang akan diulas, Anda bisa membuat pembahasan yang komprehensif. Berikut cara selengkapnya.

1. Membaca Jurnal secara Keseluruhan (Fast Reading)

Cara mengomentari jurnal yang pertama adalah dengan membaca keseluruhan isi. Anda bisa melakukannya dengan membaca abstrak hingga ke bagian kesimpulan. Lakukan secara fast reading untuk mengetahui bagaimana gaya penulisan.

Pada tahap ini Anda tidak perlu membeli beberapa bagian yang janggal. Cukup baca dari awal sampai akhir untuk menemukan inti dari pembahasan terlebih dahulu. Apabila sudah melakukannya Anda siap untuk melakukan proses ulasan lebih lanjut.

2. Mengenali Gaya Ulasan Jurnal

Gaya ulasan atau review jurnal umumnya berbeda-beda. Apabila Anda ingin melakukan review lalu mengirimnya ke publisher, terlebih dahulu untuk memahami bagaimana gaya ulasan yang mereka buat atau terima.

Jangan asal membuat ulasan jika strukturnya masih salah dan membuat pembaca jadi kebingungan. Dengan gaya ulasan yang sesuai, penulis jurnal pun juga bisa membaca dan menanggapi hal tersebut. Akan lebih baik lagi jika didalamnya terdapat rekomendasi revisi bagian tertentu.

Baca Juga : Cara Submit Jurnal

3. Mempelajari Metode Penelitian yang Diambil

Setiap jurnal memiliki metode penelitian yang berbeda-beda. Ada yang menggunakan metode penelitian kualitatif dan ada juga yang memanfaatkan metode penelitian kuantitatif. Biasanya penulis jurnal akan memaparkan hal tersebut secara langsung atau tidak.

Dengan membaca secara fast reading Anda akan tahu jika metode penelitian yang dilakukan adalah kualitatif atau kuantitatif. Dari sana Anda harus mempelajari bagaimana metode itu dilakukan sehingga menghasilkan data yang saat ini sedang dibaca.

4. Membaca Ulang dan Mencatat Apa pun yang Janggal

Setelah Anda merasa memiliki gambaran yang cukup jelas dari jurnal yang dibaca. Lakukan proses membaca ulang sekali lagi atau beberapa kali sesuai dengan kebutuhan. Setiap membaca cari beberapa bagian yang dianggap janggal.

Bagian yang janggal inilah yang akan dijadikan bahan untuk melakukan ulasan. Catat semua secara rinci untuk dipelajari lebih lanjut sehingga ulasan yang nantinya dibuat bisa sesuai dengan ide yang Anda miliki saat itu.

5. Mengomentari Abstrak Jurnal

Hal pertama yang harus dilakukan untuk menelusuri jurnal adalah membaca abstraknya terlebih dahulu. Abstrak biasanya tersedia dalam Bahasa Inggris dan memuat rangkuman dari pendahuluan, isi, tinggal kesimpulan sehingga Anda bisa mendapatkan informasi jurnal dari sana saja.

Cek bagian dari abstrak apakah yang ditulis di sana sudah sesuai dengan penjabaran yang ada di bawahnya. Apakah ada kata kunci yang tidak ditulis padahal sangat penting. Cek semuanya dengan baik, agar  Anda bisa menulis ulasan dengan lancar.

6. Mengecek Gaya Penulisan dan Format

Gaya penulisan dan juga format juga sangat penting meski minor. Isi dari Jurnal adalah hal yang harus diperhatikan dengan baik meski penulisan serta format yang dipakai juga harus diperhatikan karena akan menentukan bagaimana keterbacaan dari jurnal.

Bisa menulis tidak terlalu memperhatikan PUEBI atau sering mau nulis apa yang salah sehingga kerap membuat pembaca jadi pengen.

7. Mengevaluasi Daftar Pustaka atau Rujukan

Cek juga daftar pustaka atau rujukan untuk melihat apakah apa yang dikatakan oleh penulis memang benar ada. Tahap ini sedikit lebih sulit karena referensi yang dimiliki kadang sulit untuk didapatkan. Apalagi referensi dalam bentuk buku yang hanya tersedia dalam versi cetak.

Namun, Tidak ada salahnya untuk mencoba melakukan penelusuran agar proses evaluasi atau review ini bisa berjalan dengan baik. Apabila ada kesulitan untuk mencari sumber, Anda juga bisa meminta bantuan penulis untuk memberikan sumbernya.

Ciri-ciri Jurnal Internasional

8. Melihat Penyampaian Data dan Visualisasinya

Data yang ditampilkan khususnya yang berhubungan dengan hitungan atau tabel harus disampaikan dengan baik. Visualisasinya juga harus memudahkan pembaca untuk memahaminya.

Anda bisa melakukan pengecekan data yang ada di sana dan dicocokkan dengan visualisasinya. Selanjutnya Anda bisa melakukan koreksi jika ditemukan kesalahan.

9. Evaluasi Bukti dan Argumen

Apabila jurnal tersebut berbasis non ilmiah Anda harus mengecek satu per satu argumen yang dikeluarkan oleh penulis. Apakah argumen tersebut sudah sesuai atau sedikit melenceng.

Pada jurnal ilmiah memang sedikit sulit untuk melakukan penilaian. Apalagi sumber yang diberikan tidak terlalu banyak. Namun, bukan berarti tidak bisa diulas dengan baik.

10. Membuat Kerangka Ulasan

Sebelum membuat ulasan atau review jurnal ilmiah Anda harus membuat kerangka ulasan terlebih dahulu. Kerangka ini mencakup apa saja yang ingin Anda sampaikan mulai dari pembahasan abstrak hingga isi dan juga kesimpulannya.

Kerangka ini sangat bermanfaat untuk membantu Anda menjabarkan segala hal dengan mudah. Dengan begitu apa saja ini disampaikan bisa tertulis dengan baik tanpa ada yang tertinggal. Semuanya bisa ditulis secara runut sehingga sehingga Anda jarang melakukan kesalahan.

11. Membuat Draf Ulasan

Dari kerangka yang sudah ada Anda bisa mulai melakukan penulisan ulasan atau review dengan baik. Setiap pulau yang ada di sana bisa dijabarkan dengan baik merujuk dari jurnal yang sedang Anda baca. Lakukan hal yang sama mulai dari awal hingga akhir.

Saat membuat ulasan biasanya akan ada beberapa hal seperti rekomendasi untuk melakukan revisi hingga beberapa hal yang harus ditambahkan. Anda bisa menambahkan hal itu untuk membantu penulis dari jurnal melakukan respirasi ulasan yang sudah mereka buat.

Draft awal ini tidak digunakan untuk melakukan publikasi. Anda harus menambahkan atau mengurangi sesuatu terlebih dahulu hingga benar-benar sesuai dengan apa yang Anda pikirkan. Jika diperlukan Anda bisa melakukan revisi.

12. Revisi Berkali-kali

Setelah menyelesaikan semua ulasan mulai dari awal hingga akhir, coba baca lagi untuk melakukan pengecekan kesalahan. Apabila ditemukan kesalahan lagi Anda bisa melakukan revisi hingga berkali-kali.

Ada baiknya untuk tidak melakukan kesalahan saat melakukan pengelasan khususnya hal sederhana seperti format tulisan. Dengan begitu ulasan Anda akan dihormati oleh banyak orang karena menyajikan data yang benar dan mudah untuk dipelajari.

Yuk Dibaca : Cara Menulis Kutipan dari Jurnal

Akhir Kata

Cara mengomentari jurnal yang baik dan juga benar secara garis besar hampir sama dengan membuat jurnal itu sendiri. Ada beberapa langkah yang harus diperhatikan agar tidak menyalahi aturan dan apa yang diucapkan bisa sesuai dengan fakta.

Apapun jenis jurnal yang akan dikomentari, ada baiknya yang sesuai dengan kemampuan atau disiplin ilmu. Teman begitu, risiko mengalami kesalahan saat mengulas khususnya yang berhubungan dengan konten isi akan kecil.

Saat ini mengomentari atau melakukan review jurnal adalah sebuah kewajiban untuk mahasiswa baik itu S1 atau pasca sarjana. Hal ini dilakukan agar mereka bisa melakukan penilaian yang kritis dan apa yang diutarakan sesuai dengan fakta dan memiliki dasar.

You might like

About the Author: Aldo Faisal Umam

I like a teacher who gives you something to take home to think about besides homework.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kirim WA
Konsultasi Publikasi
Hello Edukasiana, Saya mau publikasi jurnal